Testimoni Bisnis seorang Pearl Elite

Agus Sugiharto, SH (Pearl Elite – Maret 2010) Sitou Timou Tumou Tou. Saya dikenal dengan banyak panggilan fungsional : Agus – Sebagai dosen, Arto – sewaktu pengacara / advokat, dan kini Sugih – Seorang TAHITIAN NONI Networker. Keterlibatan saya di industri network marketing dimulai ketika saya berprofesi sebagai pengacara, dimana diantara klien – klien yang saya bela terdapat beberapqa pentolan pelaku MLM di negeri ini. Dari situlah saya mulai tertarik ke dunia MLM, khususnya kepada masalah kemitraan di perusahaan MLM yang tidak seimbang meskipun ada keputusan Menteri Perdagangan yang antara lain mengatur kesetaraan kemitraan antara para distributor dan perusahaan. Namun dalam kenyataan terjadi ketimpangan, ketidaksetaraan, pengecohan dan tindakan tipu muslihat. Kejadian seperti ini selalu berulang dan sejatinya kesalahan utama ada pada para pelaku MLM itu sendiri. Kenapa? Ada beberapa alasan, seperti : ingin cepat kaya secara instant, tidak memiliki modal obligasi, kurang pemahaman tentang network marketing, mengambil keputusan untuk menjalankan MLM dengan emotional factor, dan menganut paham manusia hidup memangsa orang lain. “Gerah dengan kondisi seperti itu, maka saya bersama teman-teman yang paham dengan dunia MLM membentuk sebuah wadah bernama APBI (Asosiasi Penjual Berjenjang Indonesia) pada tahun 2001 yang berubah nama menjadi IMPLI (Ikatan Mitra Usaha Penjual Langsung Indonesia) pada tahun 2006 di Jakarta yang diketuai oleh saya sendiri.

Bulan September 2009, ada kesepakatan dengan Saudara M. Nurcahyo (yoyo) Dari Tahitian Noni International untuk memperbaiki wajah dunia MLM di Republik ini dengan memaksimalkan wadah IMPLI dengan sasaran sadar dan faham ber-MLM. Namun sebuah pertanyaan dilontarkan oleh Saudara Yoyo, “Pak Bani, apakah Anda tidak tertarik untuk membantu orang Indonesia ber-MLM dengan benar, sejahtera dan berwawasan global? Sebagai ketua IMPLI sebaiknya bapak memberi contoh cara membangun network yang benar dan meyakinkan dengan karakter international?” Begitulah masukan dari saudara Yoyo. Satu minggu pertanyaan tersebut saya renungkan, dan pada tanggal 2 oktober 2009, saya putuskan untuk bergabung dengan Tahitian Noni International. Di bulan November, tepatnya tanggal 12 – 15 November 2009, saya mengikuti Jade Camp di Thailand, Bangkok. Disitulah saya begitu terperanjat dan kagum atas semangat persaudaraan Asia. Dan saya baru mengerti bahwa Tahitian Noni International adalah Bigger, Better, and Bolder Company. Saat itu saya bergumam dalam hati saya : Seorang Bora Bora TNI dari Indonesia segera lahir !!.

“Manusia hidup menghidupkan orang lain” (Sitou Timou Tumou Tou) – adalah prinsip juara yang saya pahami bersama kawan-kawan KLOMENTOR. Kenapa KLOMENTOR? KLO adalah komplotan dan MENTOR adalah pembimbing yang handal. Jadi ketika Anda memilih satu atau lebih downline yang berhasil anda yakinkan untuk bergabung dalam organisasi Network Anda, Andalah MENTOR itu sendiri. Jadi KLOMENTOR adalah komplotan orang-orang yang telah berhasil menjadi mentor bagi downline-downline saya. KLOMENTOR adalah seperti lapisan termal di angkasa yang menyebabkan rajawali terbang tinggi dan melayang-layang kian kemari seharian, tidak lelah karena lapisan termal di angkasa menopangnya. Lapisan termal ini tidak mungkin dinikmati oleh burung-burung emprit bersayap kecil, matanya suka melirik-lirik, banyak berkicau dan terbang dari satu tempat ketempat lain, persis seperti prilaku yang menyebutkan dirinya sebagai networker tapi berpindah-pindah tempat. Apakah anda emprit atau rajawali? Jadilah rajawali! The eagle files alone. Anda terbang sendirian diangkasa bersama lapisan termal KLOMENTOR mengambil keputusan untuk masuk TNI dan terbang lagi ke angkasa sendirian. Berbeda dengan emprit yang terbang bergerombol dan ramai sekali kicaunya. Apabila ada emprit yang terbang sendirian terpisah dari gerombolannya, itu namanya emprit stress!! Anda bukan emprit kan? Ayo gabung ke TNI, sendirian sebagai RAJAWALI!.